HUBUNGI KAMI

PABRIK & DISTRIBUTOR PLASTIK PERTANIAN
Menyediakan: Polybag, Paranet (Shade Net), Mulsa Plastik, Plastik UV Greenhouse, Insect Net, Insect Screen, Karung Beras, Karung Laminasi, Karung Putih Polos, Karung Transparan, Karung Bagor (roll), Terpal Plastik, Plastik Geomembran, Selang Plastik, Tali Salaran (Tali Gawar), Plastik Sungkup, dll.

Hubungi Kami
• SMS/WA/Call: 0852.3392.5564 | 0877.0282.1277 | 08123.258.4950
• Phone: 031- 8830487
• Email: limcorporation2009@gmail.com

Cara Budidaya Tanaman Bawang Merah menggunakan Polybag


Jual Polybag  Harga Pabrik - Lim Corporation                                                             

Budidaya tanaman Bawang Merah dapat dilakukan pada lahan kering maupun lahan sawah pada saat tidak ditanami padi, namun untuk lahan sawah, harus diperhatikan drainasenya. Biasanya Bawang Merah biasa dibudidayakan di lahan terbuka yang berbentuk hamparan, baik dengan menggunakan mulsa maupun tidak. Pemakaian mulsa plastik memang dapat menghambat pertumbuhan gulma, tapi tentu saja biaya produksinya menjadi lebih mahal, sementara jika tidak menggunakan mulsa, pertumbuhan gulma akan angat cepat dan butuh tenaga ekstra untuk menyiangi tanaman Bawang ini dari gangguan gulma tersebut. Dengan asumsi seperti itu, berarti budidaya Bawang Merah membutuhkan lahan terbuka yang cukup luas. Tetapi benarkah Bawang Merah tidak dapat dibudidayakan di lahan sempit? Seorang penyuluh pertanian di Kabupaten Aceh Tengah telah membuktikan sendiri bahwa Bawang Merah dapat dibudidayakan pada lahan sempit, bahkan di sela-sela bebatuan yang ada di sekitar tempat tinggalnya.                                     

Baca Juga :

Budidaya Bawang Merah dalam polybag

Kaslil, memang seorang penyuluh pertanian yang kreatif, penyuluh yang sudah 8 tahun bertugas di wilayah Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah ini memang sudah sangat paham dengan seluk-beluk budidaya Bawang Merah berkat pengalamannya selama bertahun-tahun. Selain membina dan memberikan penyuluhan kepada para petani Bawang Merah di wilayah binaannya, dia juga langsung mempraktikkan sendiri budidaya Bawang Merah ini baik di lahan pertanian miliknya sendiri maupun di lahan sawah yang disewa dari petani pada saat musim bera. Selain sebagai percontohan bagi Petani binaannya, budidaya Bawang Merah yang dilakukannya juga dapat menopang kebutuhan eluarganya karena sampai saat ini dia masih berstatus penyuluh kontrak dengan honor yang pas-pasan. Dalam membudidayakan Bawang Merah, Kaslil tidak pernah main-main. Dia melakukannya dengan Intensif sehingga hasil yang didapatkannya juga sangat memuaskan. Bahkan Bawang Merah hasil dari budidaya yang dilakukan oleh penyuluh pertanian ini berhasil menyabet gelar Juara 3 dalam Kontes Hortikultura Nusantara yang diselenggarakan dalam ajang Penas XV beberapa waktu yang lalu.
                                                                                                                                                                   

Ketika musim bersawah tiba, Kaslil cukup kesulitan untuk mencari lahan budi daya bawang merah karena nyaris semua lahan sawah ditanami padi oleh pemiliknya. Ini yang kemudian mengilhami Kaslil untuk membudidayakan bawang merah di sekitar rumah tempat tinggalnya. Namun, untuk budidaya langsung pada lahan pekarangan tersebut jelas tidak memungkinkan karena pekarangan rumahnya yang berada tepat di pinggir Danau Laut Tawar itu berupa bebatuan keras yang tidak mungkin untuk ditanami. Awalnya, tanpa sengaja dia memerhatikan tanaman hias yang ditanam istrinya dalam pot maupun polybag, ternyata jika diberi pupuk dengan jumlah yang memadai dapat tumbuh dengan baik. Dari situlah timbul ide untuk mencoba budidaya Bawang Merah menggunakan media tanam polybag. Karena rumpun Bawang Merah tidak terlalu besar, polybag ukuran sedang pun sudah cukup untuk media tanam.                                                                                                                                                                                                                                                                      
Ketika musim bersawah tiba, Kaslil cukup kesulitan untuk mencari lahan budi daya bawang merah karena nyaris semua lahan sawah ditanami padi oleh pemiliknya. Ini yang kemudian mengilhami Kaslil untuk membudidayakan bawang merah di sekitar rumah tempat tinggalnya. Namun, untuk budidaya langsung pada lahan pekarangan tersebut jelas tidak memungkinkan karena pekarangan rumahnya yang berada tepat di pinggir Danau Laut Tawar itu berupa bebatuan keras yang tidak mungkin untuk ditanami. Awalnya, tanpa sengaja dia memerhatikan tanaman hias yang ditanam istrinya dalam pot maupun polybag, ternyata jika diberi pupuk dengan jumlah yang memadai dapat tumbuh dengan baik. Dari situlah timbul ide untuk mencoba budidaya Bawang Merah menggunakan media tanam polybag. Karena rumpun Bawang Merah tidak terlalu besar, polybag ukuran sedang pun sudah cukup untuk media tanam.                                                                                                             
                                                                                                                                               
Mulailah dia mengisi polybag-polybag yang sudah dipersiapkan dengan campuran tanah dan pupuk kandang, kemudian dia menyusun polybag-polybag tersebut di sisi timur, utara, dan selatan rumahnya. Ini dimaksudkan agar polybag tersebut bisa langsung menerima penyinaran matahari pada pagi hari yang dapat merangsang pertumbuhan tanaman. Sebagai pembudidaya Bawang Merah, Kaslil selalu menyediakan bibit bawang di rumahnya. Jadi, dia tidak perlu mencari bibit Bawang Merah untuk ditanam dalam polybag tersebut. Karena luas lahannya yang terbatas, Kaslil hanya bisa menanam sekitar 3 kilogram bibit bawang merah dalam jajaran polybag-polybag itu. Hitung-hitung ini uji coba, begitu yang terpikir dalam benaknya ketika memulai menanam bibit Bawang itu ke dalam polybag.

Meski menanam bawangnya hanya dalam polybag, Kaslil tetap memberikan perlakuan yang sama dengan budidaya di lahan terbuka, yaitu melakukan pemupukan, penyiraman dan penyiangan gulma serta pengendalian hama dan penyakit. Lahan yang relatif sempit dan berada sangat dekat dengan tempat tinggalnya justru memudahkan dia untuk memantau tanamannya setiap saat sehingga Bawang Merah yang ditanam dalam polybag itu dapat tumbuh optimal. Namun, karena sifatnya masih coba-coba, Kaslil tidak begitu berharap hasil dari budidaya dalam polybag ini, apalagi ini hanya menjadi aktivitas sampingan karena dia juga terus melakukan aktivitas rutin sebagai penyuluh di wilayah kerjanya. Memasuki umur 70 hari, tanaman bawang dalam polybag sudah menunjukkan ketuaannya dan sudah siap untuk dipanen. Di situ dia malah merasa terkejut sendiri karena tanpa diduga Bawang Merah yang ditanam dalam polybag itu ternyata mampu berproduksi optimal menyamai produktivitas tanaman yang ditanam di lahan terbuka. Dari 3 kilogram bibit Bawang yang ditanamnya, dia bisa memanen tidak kurang dari 50 kilogram bawang merah dengan kualitas baik. Kebetulan harga bawang di pasaran juga sedang bagus karena saat ini memang sedang menjelang lebaran, Kaslil bisa menjual hasil panen bawangnya dengan harga Rp 15.000,- per kilogramnya. Hasil kerja coba-cobanya ini tentu cukup membantu dia memenuhi sebagian kebutuhan hari raya Idul Fitri keluarganya kali ini.

Meski awalnya hanya coba-coba, kreativitas yang telah dilakukan oleh penyuluh pertanian cerdik ini merupakan terobosan baru dalam budidaya Bawang Merah. Tanpa sengaja, dia telah menunjukkan bahwa lahan sempit bukanlah kendala untuk membudidayakan Bawang Merah, dan ini bisa dilakukan oleh siapa saja, termasuk warga perkotaan yang rata-rata lahan pekarangan mereka terbatas. Dari analisis usaha tani, budidaya Bawang Merah dalam polybag ini juga sangat menguntungkan. Hanya bermodal 5 kilogram plastik polybag ukuran sedang, 3 kilogram bibit bawang dan sedikit pupuk, bisa menghasilkan 50 kilogram bawang merah. Kalau dihitung-hitung, menurut Kaslil modal yang dia keluarkan tidak sampai Rp 12.000,-, sementara hasil yang dia dapatkan bisa mencapai Rp 750.000,-. Bagi keluarga di wilayah perkotaan, budidaya Bawang Merah dalam polybag seperti yang dicontohkan Kaslil ini tentu akan sangat membantu menghemat pengeluaran keluarga. Kreativitas terkadang didapat dari ketidaksengajaan. Namun, setiap kreativitas pasti akan membawa manfaat baik bagi yang melakukan kreativitas maupun bagi orang lain. Namun demikian, hanya orang-orang yang memiliki pemikiran cerdas yang mampu menghasilkan kreativitas, dan Kaslil adalah salah satunya.                                                                                                                                                                                                                                     

Banner Polybag 18

Info selengkapnya mengenai harga Polybag silakan klik DISINI

Jika anda membutuhkan dan ingin memesan Polybag untuk membudidayakan tanaman dan sayuran atau digunakan untuk yang lainnya dengan harga murah silakan Anda menghubungi kami melalui SMS/CALL pada hari dan jam kerja (Minggu dan hari besar TUTUP).

Customer service :
Telp : 031-8830487
Mobile : 0877 0282 1277 / 0812 3258 4950 / 0852 3392 5564
Email : limcorporation2009@gmail.com
WA : Admin 1 / Admin 2 / Admin 3

CATATAN :
– Barang TIDAK READY STOCK, kami hanya melayani pemesanan, ukuran tergantung permintaan
– Harga netto (belum ternasuk PPN)
– Harga tidak mengikat dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
– Harga franco Surabaya, belum termasuk biaya pengiriman (ekspedisi)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Budidaya Tanaman Bawang Merah menggunakan Polybag"

Posting Komentar