Ketika Anda melewati jalanan tua di Bandung, Bogor, atau Malang dan merasa udara tiba-tiba menjadi lebih sejuk di bawah naungan pohon-pohon raksasa? Pohon-pohon itu bukan sekadar tanaman biasa, mereka merupakan monumen hidup yang telah berdiri sejak zaman kolonial Belanda.
Hingga saat ini, pohon-pohon tersebut masih berdiri tegak, menjadi saksi bisu transformasi Indonesia dari masa ke masa. Berikut adalah 5 jenis pohon peninggalan Belanda yang paling ikonik dan masih bisa kita temui hingga hari ini.
Baca Juga:
- Peran Meranti Merah Tua dalam Menjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan
- 5 Jenis Buah Jeruk Paling Populer Beserta Manfaatnya
- Mengenal Ganyong, Sayuran dan Umbi Lokal yang Hampir Punah
Pohon Trembesi (Samanea saman): Si Raksasa Penyerap Polusi
Trembesi, atau sering dijuluki sebagai "Pohon Hujan" (Rain Tree), adalah jenis pohon yang paling mencolok di kawasan-kawasan tua peninggalan Belanda.
- Asal-Usul: Didatangkan dari Amerika Tropis oleh pemerintah Belanda untuk menghijaukan alun-alun dan perkebunan.
- Karakteristik: Memiliki kanopi yang sangat lebar menyerupai payung raksasa. Satu pohon dewasa mampu menyerap hingga 28 ton CO2 per tahun, menjadikannya pahlawan lingkungan di tengah polusi perkotaan.
- Lokasi Populer: Anda bisa menemukannya di sepanjang jalan-jalan protokol di Jawa atau di kawasan Kebun Raya Bogor.
Pohon Asam Jawa (Tamarindus indica): Peneduh Jalan Raya Pos
Jika Anda menyusuri Jalan Raya Pos (Jalan Pantura) yang dibangun oleh Daendels, Anda akan sering melihat pohon asam yang berbaris rapi di pinggir jalan.
- Sejarah: Belanda memerintahkan penanaman pohon asam jawa di sepanjang jalan raya utama karena akarnya yang kuat tidak merusak aspal namun mampu menahan erosi tanah.
- Manfaat: Selain sebagai peneduh, buahnya sering digunakan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional. Rantingnya yang elastis juga dianggap tidak mudah patah saat terkena angin kencang.
- Keunikan: Pohon ini bisa hidup ratusan tahun. Di beberapa kota, pohon asam jawa peninggalan abad ke-19 masih berdiri dengan batang yang sangat besar.
Pohon Mahoni (Swietenia mahagoni): Investasi Kayu Abadi
Pemerintah Hindia Belanda juga sangat memikirkan aspek ekonomi. Mahoni adalah salah satu jenis pohon yang ditanam secara massal untuk kebutuhan industri perkayuan.
- Karakteristik: Batangnya tegak lurus, sangat keras, dan memiliki warna kayu kemerahan yang mewah. Mahoni dikenal sangat tahan terhadap hama dan cuaca ekstrem.
- Fungsi Ekologis: Mahoni memiliki kemampuan menyerap polutan udara sekitar 47-69%, sehingga sering ditemukan di jalur hijau perkotaan yang dibangun sejak awal abad ke-20.
- Fakta: Kayu mahoni tetap menjadi komoditas furnitur kelas atas hingga saat ini karena seratnya yang halus dan estetik.
Pohon Kenari (Canarium indicum): Ikon Estetika Kota Buitenzorg
Buitenzorg (sekarang Bogor) adalah pusat pemerintahan Belanda di masa lalu, dan pohon kenari adalah elemen wajib dalam penataan kotanya.
- Kesan Mewah: Belanda menanam pohon kenari di sepanjang jalan menuju istana atau kantor pemerintahan untuk menciptakan kesan megah dan rapi.
- Manfaat Ganda: Selain kanopinya yang rindang, biji kenari dapat dikonsumsi dan sering diolah menjadi camilan atau bahan campuran kue.
- Warisan: Jalan Kenari di beberapa kota di Indonesia biasanya dinamai berdasarkan banyaknya pohon ini yang ditanam di masa lalu.
Pohon Beringin (Ficus benjamina): Penjaga Alun-Alun
Meski beringin adalah pohon asli Indonesia, keberadaannya sangat dipelihara dan menjadi bagian dari tata kota kolonial yang mengadopsi struktur tradisional Jawa.
- Filosofi: Belanda memahami bahwa bagi masyarakat lokal, beringin di tengah alun-alun adalah simbol perlindungan dan kekuasaan.
- Ketahanan: Akar gantungnya yang ikonik membuat pohon ini sangat kokoh. Banyak beringin yang ditanam atau dipelihara sejak era kolonial kini memiliki diameter batang mencapai beberapa meter.
- Ekosistem: Menjadi rumah bagi berbagai jenis burung dan serangga, menjaga biodiversitas di tengah kota yang mulai padat.
Pertumbuhan bibit pohon lebih optimal dan penanaman lebih mudah dengan polybag! Gunakan polybag sekarang juga! Info produk cek DISINI!
Mengapa Kita Harus Menjaga Pohon Tua Ini?
Menjaga pohon-pohon peninggalan Belanda bukan sekadar masalah nostalgia sejarah, melainkan kebutuhan lingkungan yang mendesak.
- Pengatur Iklim Mikro: Pohon-pohon tua ini mampu menurunkan suhu udara di sekitarnya hingga 2-3 derajat Celcius.
- Identitas Kota: Tanpa pohon-pohon ini, kota-kota bersejarah di Indonesia akan kehilangan karakter dan jiwanya.
- Cadangan Air: Akar pohon yang sudah berusia ratusan tahun sangat efektif dalam menjaga cadangan air tanah dan mencegah banjir di perkotaan.






0 Komentar