Selasa, 23 Mei 2017

Cara Budidaya Tomat Organik Menggunakan Polybag


Pada saat ini, trend mengkonsumsi produk organik semakin berkembang di masyarakat, seiring dengan kian meningkatnya gaya hidup sehat yang dianut sebagian besar masyarakat perkotaan. Kesadaran untuk mengkonsumsi produk-produk organik dan berusaha sebisa mungkin menghindari produk kimiawi, menyebabkan industri perkebunan organik tumbuh subur.

Akan tetapi kesadaran hidup sehat ini, terkadang tidak ditunjang dengan tingkat penghasilan masyarakat. Biaya pemeliharaan dan perawatan tanaman organik yang lebih mahal dibandingkan jika menggunakan pupuk kimiawi dan pestisida pabrikan, menyebabkan banyak masyarakat memilih menanam sendiri sayur dan buah-buahan di halaman rumahnya.

Lahan yang sempit dan terbatas bukanlah kendala bagi mereka. Di mana ada niat, di sana ada jalan. Cukup memanfaatkan lahan pekarangan, kini berbagai tanaman organik dapat dikembangkan. Salah satunya, tomat. Mengapa tomat menjadi pilihan tanaman organik yang mudah dikembangkan di pekarangan rumah? Budidaya tomat cukup mudah, serta tidak memerlukan perawatan intensif. Tomat juga bisa ditanam di pot ataupun polybag. Tomat dapat tumbuh di ketinggian 0-1500 dpl, tergantung varietasnya. Tomat akan tumbuh baik di media tanam dengan pH berkisar 5,5-7. Supaya batangnya tidak merunduk atau rubuh, sebaiknya tomat ditopang olah ajiran, sebab tanaman tomat dapat mencapai  ketinggian hingga 3m.

# Baca juga Berbagai Ukuran Plastik Polybag

Pada dasarnya, tomat dapat diklasifikasikan sebagai sayur dan buah, sebab terdapat beberapa jenis tomat,yaitu:
1). Tomat sayur, rasanya lebih kecut dengan tekstur keras. Di pasar dijual dalam tiga warna, hijau-kuning-merah.
2). Tomat buah atau granola, ukurannya lebih besar dan pangkal buahnya mendatar.
3). Tomat gondol, bentuknya lonjong biasa dimanfaatkan untuk pembuatan saus tomat
4). Tomat cherry, ukurannya yang kecil dan berwarna merah mirip buah cherry. Rasanya asam-manis, biasa digunakan sebagai campuran salad.

Budidaya tomat dapat dilakukan langsung di atas lahan, di pot atau menggunakan polybag. Namun, akan lebih praktis dan ekonomis jika menggunakan polybag, sebab harga polybag jauh lebih murah dibandingkan jika menggunakan pot. Di samping itu, ukuran polybag juga bermacam-macam, dapat disesuaikan dengan jenis tanaman yang akan dibudidayakan.

Untuk mendapatkan polybag murah, kunjungi saja toko-toko Online yang menjual polybag langsung dari pabrik polybag. Ukuran polybag untuk pembibitan akan berbeda dengan ukuran polybag untuk tanaman saat dewasa. Ukuran polybag pembibitan (baby bag) berkisar tinggi 12-15cm, dengan lebar 10cm, sedangkan untuk tanaman dewasa dapat menggunakan polybag dengan lebar 20 cm dan tinggi 20-25 cm.


Bagaimana cara budi daya tanaman tomat dengan menggunakan polybag?
Pertama, siapkan polybag ukuran kecil sebagai wadah untuk menyemai benih tomat.
Kedua, siapkan media tanam, berupa tanah (sebaiknya tanah hitam) - pupuk kandang (kotoran kambing yang masih utuh, namun sudah difermentasi) – kompos (sisa limbah dapur yang difermentasi menggunakan mol) dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Campur ketiga media tanam tersebut hingga rata dan masukkan ke dalam baby bag yang telah disiapkan.

Ketiga, siapkan benih tomat yang bagus dan terjamin mutunya. Buat lubang di dalam media tanam dan benamkan 1-2 benih tomat ke dalam lubang tersebut. Tutup dan sisihkan. Letakkan polybag berisi benih tomat di tempat yang terlindung dari angin dan sinar matahari langsung. Lakukan penyiraman 2x sehari secara hati-hati dengan menggunakan gembor dan berilah pupuk organik cair (urine kelinci yang sudah difermentasi) saat usia bibit 2 pekan.

# Pingin tahu berapa harga polybag, silahkan klik DISINI

Bibit tomat siap dipindahkan ke polybag yang lebih besar saat usia 30 hari, atau jumlah daun sudah mencapai 5 helai. Pindahkan dengan hati-hati ke dalam polybag besar yang sudah diberi media tanam serupa dengan saat pembibitan. Beri ajiran di samping batangnya supaya tidak jatuh dan merunduk, sebab tanaman tomat dapat mencapai ketinggian 2-3 m. Letakkan tanaman tomat di tempat yang langsung terkena sinar matahari dan bersihkan dari gulma yang mengganggu. Setiap dua pekan sekali, siram dengan pupuk organik cair.
Tomat dapat dipanen setelah 60-100 hari sejak ditanam, tergantung varietasnya. Pemanenan dapat dilakukan 2-3 hari sekali. 

Plastik UV 6% Untuk Penjemuran atau Pengeringan Hasil Panen


Melakukan usaha di bidang Agrobisnis ini bisa di bilang tidak lah terlalu sulit namun juga tidak bisa di bilang mudah. Kita perlu memiliki keuletan dan ketekunan di dalam melakukannya. Masalah yang sering terjadi pada Agrobisnis ini adalah Serangan hama dan Cuaca yang terkadang kurang bersahabat dengan pertumbuhan tanaman ini. Sehingga membuat para pengusaha Agrobisnis ini mengakalinya dengan berbagai cara, tergantung seberapa besar modal yang mereka keluarkan.

Saat ini beberapa Pulau di Indonesia khususnya pulau Jawa sering diguyur hujan walau tengah musim kemarau. Terkadang hujan yang turun terlalu lebat sehingga bisa merusak Tanaman-tanaman milik kita. Fenomena alam ini terkadang sulit kita prediksi sehinga memaksa kita untuk mencari cara bagaimana proses produksi sampai sistem pengeringan hasil panen tetaplah berjalan meskipun tengah hujan yang sangat lebat. Terkadang masih banyak beberapa pelaku usaha di bidang Agrobisnis ini yg tidak memiliki modal yang besar, sehingga sistem penjemuran dan proses pengeringan yang mereka lakukan masih mengandalkan cahaya matahari.

# Baca juga Manfaat Plastik UV Untuk Greenhouse

Proses Pengeringan/Penjemuran hasil panen ini sendiri adalah sebuah cara untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari hasil tanam dengan cara menguapkan sebagian besar air yang dikandungnya dengan menggunakan energi panas. Penurunan kandungan air biasanya dilakukan sampai mencapai kadar air tertentu sehingga enzim dan mikroba penyebab kerusakan bahan pangan menjadi tidak aktif atau mati.

Proses Pengeringan Lebih Cepat & Kualitas Lebih Baik Jika Menggunakan Plastik UV
Proses pengeringan ini biasanya untuk mengolah komoditas pertanian. Pengeringan komoditas pertanian ini dapat meningkatkan nilai ekonomis produk. Namun, terkadang pada saat proses pengeringan berlangsung terjadi masalah, apalagi pengeringan ini dilakukan hanya dengan memanfaatkan cahaya sinar matahari. Sehingga proses pengeringan tersebut sangat bergantung pada cuaca, luasan alas jemur dan lain-lain.  Oleh sebab itu, perlu dilakukan sebuah upaya sederhana, ekonomis dan dapat mengatasi masalah dalam proses pengeringan komoditas pertanian, salah satunya dengan menggunakan Plastik UV (Ultra Violet).

Kenapa harus menggunakan plastik UV? Karena plastik UV memang didesain pemakaiannya untuk atap greenhouse dan terdapat bahan tertentu sehingga membuat plastik ini tetap awet, tidak mudah rusak oleh perubahan cuaca panas ataupun hujan. Plastik UV ini memiliki ketebalan 200 mikron (0,20) jadi lebih tebal dan kuat dibanding plastik biasa. Kalau menggunakan plastik bening biasa dikuatirkan akan mudah robek, membutuhkan biaya perawatan yang lebih besar.

Selain lebih awet tahan terhadap cuaca panas dingin, plastik uv juga memiliki banyak manfaat kalau digunakan dalam proses pengeringan biji-bijian atau hasil panen lainnya. Kandungan zat aditif dalam plastik uv dapat menahan sinar ultra violet yang dapat merusak cita rasa atau kualitas, sehingga hasil panen yang dijemur dengan menggunakan plastik uv memiliki kualitas yang lebih baik, rasanya lebih enak, dan tidak mudah rusak.

Dalam proses penjemuran, plastik UV dipakai sebagai atap dan alas penjemuran. Tujuannya agar proses pengeringan bisa berjalan lebih cepat. Untuk proses penjemuran atau pengeringan sebaiknya gunakan plastik uv dengan kandungan uv protektor 6%, agar intensitas panas matahari yang masuk masih besar. Semakin tinggi kandungan uv protektornya, warna plastik uv akan makin redup (gelap), sehingga makin sedikit panas matahari yang masuk ke lahan pengeringan.

Plastik UV dapat dimanfaatkan untuk proses pengeringan berbagai hasil panen seperti: padi, kacang, kedelai, jagung, kopi, teh, kakao, ikan, rumput laut, dll. Selain itu, Plastik UV juga bisa anda gunakan untuk pengeringan pada industri batu bata, genteng, batako, paving, kerupuk, makanan ringan, dll.

# Jangan lewatkan Selang Plastik Untuk Pertanian Harga Murah

Plastik  UV Lokal dan Import VATAN
Kami menjual plastik UV dengan kandungan UV protektor 6% dan 14%, lokal dan import, dengan lebar: 3m, 4,2m, 6m, dan 8m.Untuk plastik UV Lokal merk HERCULES hanya tersedia lebar 3m, berat 56-57 kg per roll. Sedangkan plastik UV Import merk VATAN Istanbul Turki lebarnya mulai 3m sampai 8m.

Biasanya kalau untuk green house menggunakan kandungan UV yang 14%. Sedangkan untuk proses penjemuran dan pengeringan sebaiknya memakai kandungan UV yang 6%. Semakin besar kandungan UV protektor maka plastik akan semakin buram (gelap). Ukuran plastik UV pun beragam, ada yang lebar 3m, 6m, dan 8m, tebal 200 mikron (0,20), berat sekitar 55-56kg per roll. Dengan dipayungi atap dari plastik uv maka tidak repot lagi kalau tiba-tiba hujan turun, tidak repot-repot harus membereskan jemuran.

Senin, 22 Mei 2017

Ini Cara Budidaya Tanaman Kopi Yang Benar


Apakah kalian seorang penikmat kopi? Jika iya maka sudah pati tanaman satu ini tidak asing lagi ditelinga kalian yaitu tanaman buah kopi. Tanaman Kopi adalah tanman yang menghasilkan komoditas perkebunan yang paling banyak diperdagangkan. Pusat-pusat budidaya kopi ada di Amerika Latin, Amerika Tengah, Asia-pasifik dan Afrika. Sedangkan konsumen kopi terbesar ada di negara-negara Eropa dan Amerika Utara. Wajar bila komoditas ini sangat aktif diperdagangkan. Kopi adalah tanaman tahunan yang bisa mencapai umur produktif selama 20 tahun. Untuk memulai usaha budidaya kopi, pilihlah jenis tanaman kopi dengan cermat. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan budidaya kopi diantranya jenis tanaman, teknik budidaya, penanganan pasca panen dan Pemasaran produk akhir.

# Baca juga Plastik UV Untuk Greenhouse dan Pengeringan Biji Kopi

Jenis tanaman kopi sangat banyak, bisa mencapai ribuan. Namun yang banyak dibudidayakan hanya empat jenis saja yakni arabika, robusta, liberika dan excelsa. Masing-masing jenis tersebut memiliki sifat yang berbeda-beda. Untuk lebih detailnya silahkan baca mengenal jenis-jenis kopi budidaya. Memilih jenis tanaman untuk budidaya kopi, harus disesuaikan dengan tempat atau lokasi lahan. Lokasi lahan yang terletak di ketinggian lebih dari 800 meter dpl cocok untuk ditanami arabika. Sedangkan dari ketinggian 400-800 meter bisa ditanami robusta. Budidaya kopi didataran rendah bisa mempertimbangkan jenis liberika atau excelsa. Selain dari sisi teknis budidaya, hal yang patut dipertimbangkan ialah harga jual produk akhir. Kopi arabika cenderung dihargai lebih tinggi dari jenis lainnya. Namun robusta memiliki produktivitas yang paling tinggi, rendemennya juga tinggi.

Langkah selanjutnya ialah mencari bibit yang unggul, menyiapkan lahan dan pohon peneduh. Informasi mengenai bibit unggul untuk budidaya kopi bisa ditanyakan ke Puslit Kopi dan Kakao atau toko bibit terpercaya. Sementara itu, pohon peneduh harus sudah disiapkan setidaknya 2 tahun sebelum budidaya kopi dilaksanakan. Untuk budidaya kopi arabika sumber tanaman yang digunakan ialah varietas. Contohnya ialah varietas S 795, USDA 762, Kartika-1 dan Kartika-2. Sedangkan untuk budidaya kopi robusta sumber tanaman yang digunakan dalah klon. Contohnya klon BP 42 atau BP 358. Perbanyakan bibit pohon kopi bisa didapatkan dengan teknik generatif dan vegetatif. Perbanyakan generatif dari biji biasanya digunakan untuk budidaya kopi arabika, sedangkan kopi robusta lebih sering menggunakan perbanyakan vegetatif dengan setek. Masing-masing metode perbanyakan bibit mempunyai keunggulan dan kelemahan sendiri-sendiri. 

Secara umum kopi menghendaki tanah gembur yang kaya bahan organik. Untuk menambah kesuburan berikan pupuk organik dan penyubur tanah di sekitar area tanaman. Arabika akan tumbuh baik pada keasaman tanah 5-6,5 pH, sedangkan robusta pada tingkat keasaman 4,5-6,5 pH. Hal yang harus disiapkan sebelum memulai budidaya kopi ialah menanam pohon peneduh. Guna pohon peneduh untuk mengatur intensitas cahaya matahari yang masuk. Tanaman kopi termasuk tumbuhan yang menghendaki intensitas cahaya mataheri tidak penuh.

Jenis pohon peneduh yang sering digunakan dalam budidaya kopi ialah dadap, lamtoro dan sengon. Pilih pohon pelindung yang tidak membutuhkan banyak perawatan dan daunnya bisa menjadi sumber pupuk hijau. Pohon pelindung jenis sengon harus ditanam 4 tahun sebelum budidaya kopi. Sedangkan jenis lamtoro bisa lebih cepat, sekitar 2 tahun sebelumnya. Tindakan yang diperlukan untuk merawat pohon pelindung ialah pemangkasan daun dan penjarangan.

Apabila lahan, pohon peneduh dan bibit sudah siap, langkah selanjutnya ialah memindahkan bibit dari polybag ke lubang tanam di areal kebun. Jarak tanam budidaya kopi yang dianjurkan ialah 2,75×2,75 meter untuk robusta dan 2,5×2,5 meter untuk arabika. Jarak tanam ini divariasikan dengan ketinggian lahan. Semakin tinggi lahan semakin jarang dan semakin rendah semakin rapat jarak tanamnya.

Buat lubang tanam dengan ukuran 60x60x60 cm, pembuatan lubang ini dilakukan 3-6 bulan sebelum penanaman. Saat penggali lubang tanam pisahkan tanah galian bagian atas dan tanah galian bagian bawah. Biarkan lubang tanam tersebut terbuka. Dua bulan sebelum penanaman campurkan 200 gram belerang dan 200 gram kapur dengan tanah galian bagian bawah. Kemudian masukkan kedalam lubang tanam. Sekitar 1 bulan sebelum bibit ditanam campurkan 20 kg pupuk kompos dengan tanah galian atas, kemudian masukkan ke lubang tanam.

# Jangan lewatkan Fungsi dan Manfaat Plastik UV (Ultra Violet)

Kini bibit kopi siap ditanam dalam lubang tanam. Sebelumnya papas daun yang terdapat pada bibit hingga tersisa ? bagian untuk mengurangi penguapan. Keluarkan bibit kopi dari polybag, kemudian gali sedikit lubang tanam yang telah dipersiapkan. Kedalaman galian menyesuaikan dengan panjang akar. Bagi bibit yang memiliki akar tunjang usahakan agar akar tanaman tegak lurus. Tutup lubang tanam agar tanaman berdiri kokoh, bila diperlukan beri ajir untuk menopang tanaman agar tidak roboh.

Lakukan perawatan secara berkala dengan melakukan penyulaman minimal 2 minggu sekali setelah itu kita bisa memberikan pupuk organik agar tanaman kopi bisa tumbuh dengan subur. Jika tanaman sudah mulai rindang maka dibutuhkan pemangkasan agar tanaman tumbuh ideal selain pemangkasan penyiangan dari tanaman pengganggu yang tumbuh liar baik disekitar maupun di batang dan pohon tanaman.

Senin, 15 Mei 2017

Budidaya Bawang Putih Dengan 5 Langkah Mudah! Mau Coba?


Bawang putih ialah tumbuhan kelompok genus Allium dan juga nama umbi yang dibuahkan. Memiliki sejarah pemakaian oleh manusia sejak 7.000 tahun lebih, serta telah lama dijadikan untuk bahan makanan di wilayah Laut Tengah, dan bumbu di Asia, Afrika, serta Eropa

Bagi Anda yang ingin mencoba membudidayakan bawang putih ini, Anda dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut :

1). Persiapan Bibit
Untuk bibit bawang putih yang berkualitas amat penting guna memperoleh perkembangan serta hasil yang lumayan. Lebih baik jika bibit yang akan dipakai, memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
- Pada bagian ujung pangkal batang harus padat.
- Bagian siung bertekstur licin serta tegar, tak kisut.
- Untuk tunas harus nampak segar jika siung dipatahkan.
- Bobot siung berkisar 1,5—3 g, ukuran normal.
- Terhindar dari hama serta penyakit.
- Kalau bibit yang dipakai berbobot 3gram per siung, berarti keperluan per hektarnya ialah 1.600 kg. Dan juga itu, guna ukuran pada siung yang mini yakni 1gram, menghabiskan total 670 kg/ha.

2). Penanaman
Langkah pertama, area/lahan wajib diolah lebih dulu. Untuk tanah yang asam perlu normalkan dahulu 1 bulan sebelum tanam.


# Baca juga Jual Waring Sayur (Karung Waring) Untuk Bawang Harga Murah

Kalau masih terdapat bekas panen sebelumnya di sawah, wajib dibersihkan dahulu. Namun jika area/lahan yang ingin ditanami tidak bekas sawah, tanah perlu dibajak maupun dicangkul dahulu sampai tanah gembur. Jika tak gembur, dapat menyebabkan fatalnya produksi.

Sesudah tanah digemburkan, kemudian sesuaikan dengan ukuran siung yang akan digunakan. Untuk siung besar memerlukan jarak tanam kira-kira 15 × 10 cm. Guna pembibitannya diperlukan jarak tanam sekitar 10 × 10 cm. Keadaan siung ketika ditanam harus tegak, serta dengan kedalaman 5—7 cm dari permukaan tanah tersebut.

3). Perawatan/Pemeliharaan
Plastik mulsa amat harus dipakaikan sesudah bibit ditanam. Untuk mulsa yang relatif murah ialah alang-alang ataupun jerami padi. Tutup bedengan memakai mulsa dengan merata dan dengan tebal 3 cm.

Hama gulma dengan tak sengaja telah terhalang perkembangannya jika dipasangi mulsa. Namun, gulma yang ada di drainase ataupun sela-sela mulsa harus segera dicabut. Jika area budidaya bawang putih lumayan luas, gulma bisa dimusnahkan memakai herbisida TOK 50 WP.

Sistem drainasi pada saluran air, harus mengalir dengan baik supaya tumbuhan berkembang baik. Jika bermusim hujan, langkah penyiraman cuma dikerjakan ketika terlihat kekurangan air.

# Jangan lewatkan Sedia Waring Sayur Warna Merah dan Kuning

4). Pemupukan
Area lahan dengan luas sekitar 1 hektare, memerlukan pupuk kandang sekitar 10—20 ton. Berikan secukupnya dengan mencampur adukkan dengan merata di bedengan. Untuk pemberian pupuk kandang sendiri, biasanya ketika pengolahan lahan tanah ataupun sebelum masa tanam.

5). Pemanenan
Kalau bawang putih melalui proses tanam berkisar antara bulan Mei—Juli, Agustus—Oktober harusnya telah bisa dipanen. Pemanenan dikerjakan ketika bawang putih berusia 90—120 hari dari ketika masa tanam.

Spesifikasi bawang putih yang siap untuk dipanen, akan nampak pada bagian daunnya yang sudah menguning ataupun kering dan bagian tangkai batang telah mengeras. Jika ciri-ciri diatas sudah nampak atau muncul, berarti 50 persen dari hasil tanaman siap untuk dilakukan proses pemanenan.

Rabu, 10 Mei 2017

Budidaya Pepaya California, Ternyata Memiliki Prospek Bisnis Menguntungkan!

Pepaya California termasuk salah satu jenis pepaya yang lagi digemari serta banyak dikembangbiakkan para petani pepaya sekarang ini sebab amat menguntungkan. Pepaya California mempunyai ciri serta keunggulan sendiri yakni buahnya tak cukup besar serta berat sekitar 0,8 – 1,5 kg/buah, memiliki kulit berwarna hijau tebal serta mulus, bentuk buah berupa lonjong, buah matang berwarna kuning, rasanya pun manis, daging buahnya kenyal serta tebal.

Bagi Anda yang ingin membudidayakan buah pepaya california ini, berikut kami paparkan langkah-langkah cara menanam Pepaya California sebagai berikut :

1. Keadaan Iklim

Termasuk persyaratan penting ketika ingin budidaya Pepaya California, sebab umur buah pepaya ini lumayan pendek dari jenis pepaya lain atau mempunyai umur maksimal sekitar 4 tahun. Keadaan yang sesuai yakni dapat tumbuh berkisar 700m di atas permukaan laut, kelembapan tanah berkisar 6-7 pH dengan suhu udara sekitar 25 – 30 °C.

2. Kondisi Area/lahan

Lebih baik keadaan area lahan terbuka yang mempunyai sistem drainase yang bagus. Bersihkan area/lahan dari gulma serta rumput yang menganggu. Luasan area/lahan dapat disesuaikan dengan skala besar menggunakan luasan lahan yang besar maupun skala kecil menggunakan luasan lahan yang kecil. Selanjutanya buat lubang tanam menggunakan ukuran sekitar 60x60x50 cm. Jarak antar tanam yang disarankan 2,5×2,5 m. Sediakan lubang tanam serta tunggu sekitar 15 hari lamanya sebelum ditanam.

 Baca Juga :  Yuk Menanam Bawang Merah di Polybag

3. Proses Pembibitan

Bibit dapat diperoleh dari lokasi pembudidaya bibit pepaya california lain. Namun, jika Anda mau membibitkannya sendiri, Kami akan mengasih Anda sedikit tutorial, bagaimana cara membikin bibit Pepaya California. Terpenting Anda perlu menyediakan benihnya. Budidaya pepaya california ini memakai cara generatif maupun memakai biji.

Kalau Anda ingin pembibitan dengan cara manual, Anda dapat memperoleh dari biji buah yang tak sengaja dibiarkan masak di pohon. Lalu biji itu masukkan dan direndam kedalam air, kalau terdapat biji mengapung buang saja sebab tak bisa ditanam. Berikutnya dimasukkan ke dalam kertas seperti koran yang sudah dibuat lembab selanjutnya simpan di area yang teduh hingga keluar tunas serta pindah polybag lalu dicampur adukkan dengan pupuk kandang.

4. Proses Penanaman

1 hari sebelum proses tanam, kerjakan langkah pengairan pada area lahan lebih dulu. Berhati-hatilah ketika memindahkan bibit california dari polybag kedalam lubang tanam, karena tanah di polybag perlu selalu utuh serta tak hancur, jadi bibit tak layu sampai mati. Berikutnya tutup kembali lubang tanam menggunakan pupuk kandang/kompos. Bibit yang sudah ready tanam memiliki umur sekitar 5 bulan. Langkah penanamannya dikerjakan saat sore hari.

5. Pemeliharaan & Perawatan

Kalau terdapat bibit yang mati/cacat lebih baik cepat diganti menggunakan bibit yang lain, sebab dapat mengakibatkan penyakit/hama. Guna antisipasi, Anda perlu mempunyai bibit cadangan lain. Perawatan difokuskan pada tahap pengairan serta pemupukan. Guna pengairan lebih baik buat saluran irigasi/parit disekeliling lubang tanam guna menghindari air menggenang, sebab batang dapat juga membusuk.

Proses pemupukan dikerjakan ketika penanaman menggunakan pupuk kandang maupun kompos. Sekitar 1 minggu sesudah tanam memakai pupuk NPK dengan banyak sekitar 200 gram/pohon.

 Jangan Sampai Terlewatkan : Pengertian, Fungsi dan Ukuran Polybag

6. Panen

Pepaya california bisa dipanen saat nampak tanda-tanda masak yakni terdapat semburat berwarna kuning pada bagian buah pepaya yang kadang terlihat di agian ujung pangkal buah. Panen lebih baik dikerjakan dengan memotong pada bagian tangkai yang memakai gunting pangkas maupun pisau tajam. Dengan periode panen yaitu 10 hari sekali. Pepaya yang sudah dipanen, lebih baik di simpan pada tempat yang terlindungi oleh cahaya/sinar matahari secara langusng serta beri alas yang berbahan plastik.

Selasa, 09 Mei 2017

Hama Pada Tanaman Obat

Tanaman obat merupakan Jenis-jenis tanaman  yang mempunyai fungsi dan manfaat berkhasiat sebagai obat  yang dapat digunakan untuk menyembuhkan atau mencegah berbagai macam dan jenis penyakit
pada manusia, bermanfaat obat sendiri memiliki makna memiliki kandungan zat aktif yang mampu menyembuhkan salah satu penyakit atau pun jika tidak mengandung zat aktif tertentu tapi mempunyai kandungan efek resultan atau sinergi dari berbagai macam zat yang memiliki efek menyembuhkan.

Pemakaian tanaman obat untuk mengobati sebuah penyakit bias dengan cara meminumnya atau menempelkan daun tanaman tersebut ketempat yang dirasa sakit. Selain itu juga bisa dengan mengambil ekstrak dan menghirup aromanya sehingga tubuh merasa segar dan sehat kembali. Karena
manfaatnya bias memenuhi konsep kerja resep torsel untuk menerima senyawa kimia atau rangsangan dari tanaman obat tersebut.

Jenis tanaman obat yang biasanya bisa digunakan sebagai obat, sengaja ditanam atau tumbuh dengan sendirinya di alam secara liar. Tumbuhan obat tersebut dipakai oleh masyarakat dengan diracik dengan bahan lainnya seperti air kemudian disajikan sebagai obat untuk menyembuhkan sebuah penyakit.

Tanaman obat adalah salah satu ramuan paling utama produk-produk herbal terutama di negara-negaramaju. Tanaman obat merupakan bahan yang berasal dari tanaman yang masih sederhana, asli dan belum diolah. Tanaman obat adalah tanaman atau bagian tumbuhan yang dipakai menjadi bahan obat tradisional atau obat herbal, bagian tanaman yang digunakan untuk bahan pemula atau bahan baku obat tertentu. 

 Tanaman atau bagian tanaman yang diekstraksi dan ekstrak tumbuhan tersebut dipakai sebagai obat. Tanaman obat merupakan obat tradisional yang terdiri dari berbagai macam tanaman yang memiliki khasiat untuk mengobati atau diyakini mempunyai khasiat sebagai obat serta mampu menyembuhkan sebuah penyakit. Di mana manfaatnya diketahui dari hasil pengamatan dan penggunaan secara rutin oleh masyarakat.

Terdapat berbagai jenis tanaman Obat

Disekitar kita terdapat banyak tanaman yang  tumbuh dan bermanfaat untuk kesehatan masyarakat. Sehingga masyarakat secara mandiri bias untuk mencoba membudidayakan tanaman tersebut di pekarangan sekitar rumah. Misalnya tanaman jenis sayur-sayuran, tanaman obat-obatan serta tanaman
buah-buahan yang dapat secara langsung bermanfaat untuk kehidupan kehidup
an masyarakat itu sendiri. 

Baca Juga :  Melejitkan Keuntungan Dengan Kemasan Menarik

Pada saat kita membudidayakan berbagai macam jenis tanaman dengan tujuan mewujudkan apotik hidup yang  bias dikembangkan di lahan-lahan pekarangan sekitar rumah atau pada sebidang tanah yang memang khusus untuk dimanfaatkan sebagai wadah menanam tanaman-tanaman yang dapat untuk
dikonsumsi, seperti sayur, buah-buahan atau tanaman yang berkhasiat sebagai obat, tanaman jenis ini perlu perawatan yang lebih agar dapat menghasilkan dengan baik. Baik itu untuk kita pribadi maupun
untuk orang lain. 

Berbagai jenis tanaman yang diyakini memiliki khasiat obat antara lain adalah ganda rusa, daun ungu, kembang coklat, pegagan, tapak dara, pepaya, greges otot, peria, cocor bebek, jarak parak, gedung hitam, kayu Aceh, tebu hitam, iler, kumis kucing, kacar, jambu biji, kayu usin, pandan wangi, lomba, brotoli, serei, ginseng,rimbang, kayu gambir, bangle, rimbang, jerango, temulawak, kunyit, lempunyang,lengkuas, dan jahe.

Namun untuk menanam tanaman obat memang kadang tidak semudah yang kita bayangkan, selain memerlukan perawatan lebih tanaman  juga harus terjaga dari berbagai gangguan hama dan penyakit. Apasaja hama dan penyakit yang bias menggangu tanaman obat berikut saya contohkan hama yang bias
mengganggu tanaman obat jahe. 

Tanaman jahe merupakan tanaman rimpang  yang terkenal sebagai rempah dan juga sebagai bahan obat. Rimpang dari tanaman jahe berbentuk jemari  yang mengembung diruas-ruas tengahnya. Rasanya sangat pedas disebabkan oleh senyawa keton bernama zing eron. Tanaman obat Jahe ini masuk pada
golongan atau suku Zingiberaceaa. 

Jangan Sampai Kelewatan : Jual Karung Transparan di Sidoarjo Jawa Timur
 

Berikut adalah beberapa jenis hewan yang menjadi hama pada tanaman obat jahe.
1.Kepik
2.Ulat Penggerek Akar
3.Kumbang
4.Lalat
5.Nematoda
6.Kutu Daun

Kamis, 04 Mei 2017

Mengenal Lebih Dekat Plastik UV (Ultra Violet)

Plastik merupakan barang yang tak dapat dipisahkan dari kegitaan hidup kita. Hampir di semua sektor kegiatan kita menggunakan plastik, entah sebagai pembungkus makanan, sebagai kantong untuk membawa barang, sebagai packakaging dari suatu produk dan lain sebagainya. Keadaan ini membuat tingginya permintaan pasar akan kebutuhan plastik.

Plastik adalah benda yang termasuk kedalam kelompok anorganik yang mencakup produk polimerisasisintetik atau semi sintetik. Plastik sendiri memiliki berbagai macam jenis seperti PETE atau PET (Polyethylenen Terephthalate). Plastik ini dikenal juga dengan istilah plastik kode 1. Plastik ini adalah plastik yang paling sering digunakan sebagai wadah atau pembungkus makanan.  Ada pula jenis plastik HDPE (High Dessity Polyethylene) atau plastik kode 2. Plastik ini merupakan jenis plastik yang paling sering didaur ulang dan dianggap sebagai plastik yang paling aman. Plastik HDPE biasanya digunakan untuk membuat botol minuman, mainan dan beberapa jenis tas plastik.

# Baca juga Ready...Insect Net (Jaring Serangga) Warna HIjau & Putih

Plastik selanjutnya adalah plastik jenis PVC (Polyvinyl Chloride) atau plastik dengan kode 3. Plastik ini merupakan plastik yang memiliki sifat lembut dan fleksibel. Plastik jenis ini umumnya digunakan untuk membuat mainan anak-anak dan pipa PVC dan komponen kabel komputer. Plastik jenis PVC dianggap sebagai plastik paling beracun karena mengandung berbagai macam  racun yang dapat mencemari makanan dan plastik ini juga sukar untuk didaur ulang.  Jenis plastik selanjutnya adalah plastik LDPE (Low Density Polyethylene) atau plastik kode 4. Plastik jenis ini biasanya digunakan sebagai pembungkus baju dana kantong pada layanan cuci kering,

Berbicara tentang jenis plastik, kini telah hadir jenis plastik baru yang bermanfaat bagi anda. Jenis plastik tersebut adalah plastik UV. Apakah plastik UV? Plasitik UV adalah jenis plastik yang umumnya digunakan sebagai atap greenhouse dan sering disebut dengan plastik UV greenhouse. Plastik ini merupakan inovasi baru dari material untuk pembuatan greenhouse. Plastik ultraviolet atau UV adalah plastik yang dilapisi bahan kimia tertentu, yang dapat melindungi dari sinar ultra violet yang berlebihan. Secara fisik plastik UV memiliki tebal sekitar 170 mikron dan berwarna transparan atau bening. Pada umumnya plastik UV memiliki dua ukuran yaitu ukuran pada saat terlipat dan terbuka. Ukuran dari plastik UV yang terbuka 2 kali lebih besar dari plastik yang tertutup, misalnya ukuran plastik UV tertutup adalah 150 cm, maka ukuran plastik UV terbukanya adalah 300 cm.

 Secara karakteristik plastik UV (Ultra Violet) berbeda jauh dari plastik biasa. Selain lebih tebal dari plastik biasa, plastik UV juga lebih tahan terhadap perubahan cuaca. Kandungan UV stabilizer yang terdapat didalam plastik UV membuat plastik ini dapat mengurangi paparan radiasi matahari, melindungi dari sinar ultra violet serta panas sinar matahari yang berlebih. Kandungan UV stabilizer yang terdapat didalam plastik UV menjadi tolak ukur kekuatan plastik untuk menahan sinar ultra violet. Misalnya, plastik UV dengan kandungan UV 6% itu artinya plastik ini dapat menahan sinar ultra violet hingga 6% dan plastik UV dengan kandungan UV 14% itu artinya plastik ini dapat menahan sinar ultra violet hingga 14%. Jadi semakin besar kandungan uv stabilizer yang terdapat didalam plastik UV greenhouse, maka akan semakin besar pula kemampuan plastik ini untuk menahan sinar ultra violet yang masuk kedalam greenhouse.

Tunggu apalagi? Segera miliki plastik UV untuk bangunan greenhouse anda. Karena plastik ini memiliki berbagai macam keunggulan serta umur pakai yang relatif lama. Selain itu bila dibandingkan dengan material greenhouse untuk atap seperti kaca, plastik UV tidak kalah saing. Karena tahan terhadap perubahan cuaca serta tidak mudah pecah. Harganya pun lebih murah bila dibandingkan dengan harga kaca. Segera dapatkan plastik UV greenhouse di toko-tooko alat pertanian terdekat.

# Jangan lewatkan Paranet (Shading Net) Harga Murah

Plastik UV Lokal dan Plastik UV Import
(1). Plastik UV Lokal (merk HERCULES)
   - ukuran 150/300cm x 100 meter
   - ketebalan tebal 200 micron ( 0,20mm )
   - Netto sktr 55 - 57 kg
   - minimal order 3 roll
   * kandungan uv protektor 6%
   * kandungan uv protektor 14%

(2). Plastik UV Import Merk VATAN dari Istambul Turki
     Kandungan UV protektor 14%
     Juga mengandung bahan aditif lain :
     - IR (Infra Red) Additive
     - AB (Anti Bacerial) Additive
     - EVA (Ethylene Vinyl Acetate) Additive
     - LD (Light Diffused) Additive

** Catatan:
Garansi kandungan additive selama 3 tahun. Jadi sebaiknya plastik UV diganti per 3 tahun, agar manfaat kandungan additive nya tetap maksimal, meskipun secara fisik kondisi plastik masih bagus (belum rusak).
Tersedia plastik UV VATAN berbagai ukuran, antara lain:
    - Ukuran : 4,2m x 55m x 200mc, netto 53kg/roll
    - Ukuran : 6m x 60m x 200mc, netto 73kg/roll
    - Ukuran : 8m x 45m x 200mc, netto 74kg/roll
    - minimal order 3 roll.

*** Info update harga plastik UV Greenhouse silahkan klik DISINI. Atau Anda bisa langsung hubungi kami melalui nomor berikut: 0852.3392.5564 - 0877.0282.1277 - 0812.3258.4950 (SMS/Call/WA). Jika Anda pingin tahu lebih jelas tentang manfaat zat additive tersebut silahkan klik DISINI.